beritamantan.com – Aktor Maxime Bouttier melamar kekasihnya, Luna Maya, saat mereka berlibur di Tokyo, Jepang.
Maxime memilih lokasi romantis di bawah pohon sakura yang bermekaran untuk menyatakan cintanya.
Keduanya membagikan momen bahagia itu melalui media sosial yang langsung menarik perhatian publik.
Mereka tersenyum bahagia di atas hamparan rumput hijau yang menambah keindahan suasana.
“BACA JUGA : Mengatasi Post Vacation Blues Usai Liburan Lebaran”
Waktu Lamaran Tak Ada Patokan Pasti
Maxime dan Luna menjalani hubungan selama lebih dari dua tahun sebelum akhirnya bertunangan.
Mereka melewati berbagai momen bersama yang menguatkan komitmen mereka.
Langkah ini menunjukkan bahwa mereka siap melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Momen lamaran memang menjadi momen besar dalam hubungan.
Namun, kapan waktu yang tepat untuk melamar pasangan?
Pakar kencan Julie Spira menjawab pertanyaan ini dengan tegas.
Ia menjelaskan bahwa tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua pasangan.
Spira menekankan bahwa setiap pasangan memiliki keunikan dalam perjalanan cintanya.
“Beberapa pasangan langsung yakin sejak kencan pertama,” kata Spira.
“Sementara yang lain memilih mengenal lebih dalam sebelum melangkah ke pertunangan,” lanjutnya.
Psikoterapis Courtney Glashow turut menyoroti pentingnya kesiapan pribadi dalam mengambil keputusan.
Ia menyebut banyak faktor yang memengaruhi kesiapan itu, seperti karier, budaya, dan nilai keluarga.
Glashow mendorong pasangan untuk mengevaluasi kondisi emosional sebelum melamar.
Spira juga memberikan saran penting kepada pasangan muda.
Ia menyarankan mereka agar tidak tergesa-gesa mengambil keputusan besar.
Spira menganjurkan agar pasangan melewati honeymoon phase terlebih dahulu.
Biasanya fase ini berlangsung selama tiga bulan pertama hubungan.
Selama fase itu, pasangan masih tenggelam dalam kebahagiaan dan belum menghadapi tantangan serius.
“Pasangan perlu melalui rintangan seperti perjalanan jauh atau tekanan pekerjaan,” ujar Spira.
Pengalaman tersebut membantu mereka mengukur kekuatan hubungan yang mereka bangun.
Psikolog klinis Kate Cummins juga memberikan pandangannya.
Ia mendorong pasangan untuk membangun fondasi yang kuat sebelum bertunangan.
Cummins mengajak mereka mengenal nilai, tujuan hidup, dan karakter masing-masing.
“BACA JUGA : Menghadapi Perkataan Anak yang Menyakiti Orang”
“Kalau belum saling mengenal secara utuh, sebaiknya jangan terburu-buru,” tegas Cummins.
Ia juga meminta pasangan untuk membuka ruang diskusi agar hubungan tumbuh secara sehat.
Momen lamaran memang membahagiakan dan penuh haru.
Namun, pasangan sebaiknya melangkah hanya ketika mereka siap secara mental dan emosional.
Mereka harus membangun kepercayaan, menghadapi rintangan bersama, dan menyamakan tujuan hidup.
Dengan begitu, keputusan untuk menikah tidak hanya romantis tetapi juga realistis dan matang.







Tinggalkan Balasan