beritamantan.com – Lebaran adalah momen yang penuh kebahagiaan, berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Namun, seringkali muncul pertanyaan yang bisa terasa sensitif, terutama bagi yang belum menikah. Salah satunya adalah pertanyaan, “Kapan nikah?” Pertanyaan ini bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman.
BACA JUGA : 5 Tempat Ngopi Asyik di Bogor untuk Nongkrong Seru
Psikolog Klinis Maria Fionna Callista memberikan beberapa tips untuk menghadapi pertanyaan ini dengan tenang dan tanpa emosi. Berikut adalah lima cara untuk menjawab pertanyaan sensitif tersebut:
1. Tarik Napas Dulu
Sebelum menjawab, Fionna menyarankan untuk menarik napas terlebih dahulu. Hal ini dapat membantu menenangkan diri agar tidak langsung bereaksi dengan emosi. “Aku selalu menyarankan untuk tarik napas dulu sebelum menjawab. Jadi, tidak langsung reaktif,” jelas Fionna.
2. Cerna Pertanyaan dengan Tenang
Alih-alih langsung merasa tersinggung, coba pahami dulu maksud pertanyaan tersebut. Tidak semua orang bertanya dengan maksud serius. Beberapa orang hanya sekadar basa-basi atau bercanda. “Coba cerna pertanyaan dan pahami maksudnya,” tambah Fionna. Dengan demikian, kamu bisa menanggapi dengan lebih bijak.
3. Jangan Dianggap Terlalu Serius
Sebagian besar pertanyaan ini sebenarnya hanya bentuk basa-basi, terutama dalam budaya Timur. Fionna mengingatkan agar kita tidak mengambilnya terlalu serius. “Jangan sampai langsung menoreh ego dan dimasukkan ke hati,” ujarnya. Jika tidak dianggap serius, kita bisa lebih santai dalam menanggapi.
4. Balas dengan Candaan
Jika yang bertanya adalah keluarga yang santai atau hanya bercanda, kamu bisa menanggapinya dengan humor. Menyikapi dengan candaan bisa menjadi cara yang efektif untuk mengalihkan topik dan mencegah pertanyaan yang sama terulang lagi. “Kalau saudara bisa diajak bercanda, balas saja dengan lelucon,” ujar Fionna.
5. Minta Doa
Jika merasa tidak nyaman, kamu bisa merespons dengan meminta doa dari saudara. Ini adalah cara yang bijak dan dapat menjaga suasana tetap hangat. “Daripada tersulut emosi, jawab saja dengan meminta doa,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kamu menghargai doa dan tidak ingin melanjutkan pembicaraan ke hal-hal yang bersifat pribadi.
Fionna juga menambahkan bahwa jika pertanyaan sudah terlalu mengganggu atau keluar dari batas kesopanan, kamu berhak untuk mengungkapkan ketidaknyamanan tersebut. Jangan ragu untuk mengatakan bahwa kamu merasa keberatan dengan pertanyaan tersebut, agar orang lain bisa lebih memahami batasan.
BACA JUGA : Joe Taslim Pilih Pakai Sepatu Slip In Setelah Cedera Pinggang
Dengan mengikuti lima cara ini, kamu dapat menghindari perasaan tidak nyaman saat menerima pertanyaan “Kapan nikah?” saat Lebaran.







Tinggalkan Balasan