beritamantan.com – Aktor senior Indonesia Tio Pakusadewo baru-baru ini berbagi pengalaman dan kekhawatirannya setelah terkena stroke dua kali. Tio mengungkapkan rasa cemasnya mengenai kemungkinan serangan stroke berikutnya yang bisa berujung fatal. Kekhawatiran ini semakin kuat setelah sahabat dekatnya, aktor Ray Sahetapy, meninggal akibat stroke pada April 2025.
“BACA JUGA : Resep Ikan Selar Bumbu Cabe Kemangi, Pedas dan Lezat”
Tidak Boleh Salah Langkah
Tio Pakusadewo mengungkapkan bahwa dia sering terbayang tentang kematiannya. “Sering terbayang begitu, tetapi saya mulai sadar bahwa ini adalah jalan terakhir saya. Tidak boleh salah langkah,” ujarnya. Dari pengalaman Tio, kita bisa belajar tentang risiko stroke berulang.
Bagi seseorang yang sudah pernah mengalami stroke, serangan berulang bisa terjadi. American Stroke Association mencatat, sekitar satu dari empat orang yang pernah mengalami stroke berisiko menghadapi serangan selanjutnya. Meskipun tidak ada batas pasti berapa kali seseorang bisa mengalami stroke berulang dan bertahan hidup, risiko ini cenderung meningkat setelah setiap serangan. Penelitian yang dilakukan oleh Yang Peng, PhD., Linh Ngo, MD., dkk., (2022) mengungkapkan bahwa semakin lama waktu sejak stroke pertama, semakin tinggi risiko stroke berulang.
Data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa tiga bulan setelah stroke pertama, risiko terkena stroke lagi mencapai 7,8%. Setelah satu tahun, risikonya meningkat menjadi 11%. Setelah lima tahun, risikonya naik menjadi 19,8%, dan setelah sepuluh tahun, risiko serangan stroke berulang mencapai 26,8%. Orang yang mengalami stroke ringan atau mini-stroke juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami stroke yang lebih parah di masa depan.
Dampak stroke berulang terhadap harapan hidup sangat besar. Semakin sering seseorang mengalami stroke, semakin besar kerusakan otak yang terjadi. Kerusakan otak yang terus-menerus mempengaruhi fungsi tubuh yang vital. Area otak yang rusak dapat menyebabkan hilangnya fungsi tubuh yang dikendalikan oleh bagian tersebut.
Serangan stroke yang berulang bisa menyebabkan kematian jika kerusakan terjadi pada batang otak. Batang otak mengatur detak jantung, pernapasan, tekanan darah, dan gerakan tubuh yang penting. Penelitian juga menunjukkan bahwa semakin sering stroke terjadi, semakin menurunkan harapan hidup penyintas. Setelah tiga bulan, harapan hidupnya hanya 79,8%, setelah satu tahun turun menjadi 73%, setelah lima tahun menjadi 52,8%, dan setelah sepuluh tahun hanya 36,4%.
“BACA JUGA : Langkah Tepat Perawatan Setelah Memencet Jerawat”
Melihat fakta-fakta ini, sangat penting bagi setiap individu yang pernah mengalami stroke untuk melakukan perawatan yang hati-hati dan rutin. Selain itu, menjaga gaya hidup sehat juga menjadi langkah kunci untuk mengurangi risiko stroke berulang. Dengan demikian, seseorang dapat mengontrol faktor-faktor risiko yang dapat memicu serangan stroke selanjutnya. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan pemantauan tekanan darah serta kadar kolesterol dapat membantu meminimalkan kemungkinan stroke berulang. Tentunya, perubahan gaya hidup yang mencakup pola makan sehat, olahraga teratur, dan manajemen stres akan memperkuat upaya untuk menghindari komplikasi yang lebih serius di masa depan.







Tinggalkan Balasan